Kampus Fisip, Jumat 20 Mei 2016 telah diselenggarakan acara Temu Regional Administrator Jawa Tengah. Nampak hadir Wakil Dekan I, Wakil Dekan III, Ketua dan Sekretaris Jurusan Administrasi Negara serta Pembina HMJ AN. Delegasi mahasiswa administrasi negara dari enam universitas se-Jawa Tengah antara lain perwakilan delegasi dari Universitas Tidar, Universitas Negeri Sebelas Maret, Universitas Slamet Riyadi, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Tujuh Belas Agustus Semarang dan Universitas Diponegoro. Acara ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari hari Jumat hingga hari Minggu.
Pembukaan kegiatan secara resmi dilakukan oleh Dr. Joko Santoso Wakil Dekan I Fisip Unsoed. Beliau sangat mengapresiasi kegiatan mahasiswa se-Jawa Tengah ini. Momentum sangat tepat seiring dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Sejarah mencatat bahwa pemudalah yang berperan dalam kesadaran untuk bangkit dari keterpurukan dan keterjajahan. Tidak ada salahnya apabila Temu Administrator se-jawa Tengah ini turut mempelopori pelaksanaan good governance pada institusi ataupun di daerah masing-masing. Terlebih dapat memberi teladan bagi administrator yang bersih dari korupsi. Hakekatnya mendorong agar setiap kebijakan public dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat, tutur Wakil Dekan I penuh semangat.
Pada hari pertama, acara yang dilaksanakan berupa Focus Group Discussion (FGD), yang mana ada pembagian cluster untuk setiap universitas. Kluster 1 membahas aspek sosial-budaya, yang dipaparkan oleh Universitas Diponegoro dengan judul “Analisis Kebijakan Desa Wisata Kandri sebagai Upaya Pembangunan Desa Ramah Lingkungan di Kota Semarang”. Universitas Tujuh Belas Agustus memaparkan karya tulis dengan judul “Integrasi Nilai-nilai Budaya Lokal dalam Pembangunan Desa di Desa Ngareanak Kec. Singorojo, Kab. Kendal”.
Kluster 2 membahas aspek ekonomi-politik (ekopol), yang dipaparkan oleh Universitas Jenderal Soedirman dengan judul “Fenomena Kemiskinan Masyarakat Sekitar Hutan Desa Watu Agung Kabupaten Banyumas” dan Universitas Negeri Sebelas Maret memaparkan karya tulis dengan judul “Pemberdayaan Masyarakat Desa dengan Pendekatan Self Help Group (dalam tinjauan Teori Basis Ekonomi) Studi Kasus : Petani Pepaya Kec. Mojosongo Kab. Boyolali.
Selanjutnya cluster 3 membahas aspek IPTEK, yang dipaparkan oleh Universitas Tidar dengan judul “Kopi Ngrancah (Strategi Pengembangan Usaha Kopi Organik Desa Ngrancah sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Masyarakat Desa Ngrancah Kec. Grabag Kab. Magelang) dan Universitas Slamet Riyadi memaparkan karya tulis dengan judul “Pengelolaan Desa dengan Basis Desa Teknologi [Studi Kasus pada Desa yang Berbasis dengan Teknologi Informasi (TI) di Desa Puro, Kec. Karangmalang Kab. Sragen.
Source: www.fisip.unsoed.ac.id