Studi lapangan Ilmu Administrasi Negara (SulapAN) 2018

Studi lapangan Ilmu Administrasi Negara (SulapAN) merupakan salah satu program bidang Humas HMJ AN yang bertujuan untuk mengetahui konsep dan teknis pelaksanaan Administrasi Negara dengan berkunjung ke Instansi Pemerintah. SulapAN pada kali ini berkunjung ke Daerah Istimewa Yogyakarta dan istansi yang akan dikunjungi adalah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ( Bappeda) yang mengusung tema “Strategi Bappeda Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0”. SulapAN kali ini diikuti oleh 100 peserta, meliputi 38 pengurus HMJ AN dan 62 anggota, anggota terdiri dari empat angkatan,  yaitu angkatan 2015, 2016, 2017, dan 2018. Kegiatan ini didampingi oleh salah satu dosen jurusan Ilmu Administasi Negara Drs. Darmanto Sahat S, M.Kes.

Kegitan ini dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2018. Sebelum berangkat ke Yogyakarta, peserta terlebih dahulu berkumpul di Kampus pada pukul 01.00 WIB dan keberangkatan pada pukul 02.00 WIB. kegiatan ini di isi langsung oleh kepala Bappeda oleh Bapak Tavip Agus Rayanto dimana acara ini dilakukan dengan cara diskusi, akan tetapi sebelum acara diskusi ada juga sambutan yang di sampaikan oleh Bapak Drs. Darmanto Sahat S, M.Kes. Setelah sambutan dari Bapak Drs. Darmanto Sahat S, M.Kes kemudian Kepala Bappeda langsung memaparkan bagaimana cara menghadapai revolusi 4.0 yang dilakukannnya. Setelah selesai pemamparan, kemudian diadakan sesi tanya jawab. Ada dua sesi tanya jawab dimana setiap sesi tanya jawab terdapat tiga orang penanya yang akan dijawab langsung oleh kepala Bappeda Yogyakarta. Waktu telah tiba di penghujung acara dikarenakan Kepala Bappeda akan ada acara lain, sehingga acara selesai samapai pukul 12.00 WIB . Sebenanrnya masih banyak peserta yang ingin bertanya akan tetapi tidak ada kesempatan lagi karena waktu diskusi sudah selesai. Sebelum acara ditutup, ada sesi pemberian kenang-kenangan dari pihak Bappeda kepada Jurusan Ilmu Administrasi Negara dan sebaliknya dan setalah itu ada sesi foto bersama. Dengan adanya diskusi singkat yang diisi oleh kepala Bappeda dengan tema “Strategi Bappeda Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0” kita dapat mengetahui bahwa Yogyakarta memiliki dana lebih besar dari kota-kota lain dikarenakan Yogyakarta merupakan daerah keistimewaan.

Setelah melakukan kegiatan diskusi di Bappeda Yogyakarta kemudian di lanjutkan ke tempat lain, yaitu area taman pintar, kemudian di lanjutkan lagi  berwisata  ke tebing breksi. Sebelum menuju tebing breksi peserta sulapAN makan siang terlebih dahulu di rumah makan Grafika. Setalah makan perjalaanan di lanjutkan kembali ke tebing breksi, dan setelah itu semua peserta sulapAN mampir ke tempat oleh-oleh. Tujuan terakhir adalah ke Malioboro sampai pukul 22.00 WIB. Kemudian bersiap-siap kembali ke bus untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Purwokerto. Pukul 02.00 WIB tanggal 11 Desember 2018 semua peserta sulapAN sampai di Purwokerto dengan selamat.

 

(Budhi Pranowo, AN 16)

%d bloggers like this: